Madrasah al Khadarah itu SD Muhammadiyah Sokonandi

SD Muhammadiyah adalah Madrasah al khadarah

Oleh Anis Rofiah, S.Th.I, S.Pd, M.S.I

Islam mengenal adanya istilah tajdid atau  dalam kehidupan beragama. Dikutip dari buku Muhammadiyah Gerakan Pembaruan karya Dr. Haedar Nashir, tajdid bermakna pembaruan. Istilah tajdid berkembang di kalangan Muhammadiyah sebagai suatu gerakan pembaruan. Sebagai organisasi Islam, Muhammadiyah membawa gerakan dakwah dan tajdid dalam perkembangannya. Untuk itu Muhammadiyah harus selalu membawa peradaban yang baru begitu juga SD Muhammadiyah Sokonandi sebagai salah satu AUM Pendidikan harus menjadi Madrasah al- Khadharah “ Sekolah yang berkemajuan”

Islam Berkemajuan yang merupakan karakter keislaman Muhammadiyah yang secara tidak langsung menjelaskan bahwa pemahaman “Islam” sebagai “agama” harus bisa dibedakan dengan “pemikiran atau penafsiran Islam”. Jika dibandingkan, “Islam” sebagai agama merupakan sistem kepercayaan yang paten, sedangkan “pemikiran atau penafsiran Islam” cenderung terhubung  dengan ilmu pengetahuan yang bersifat dinamis.

Istilah dan konsep “Islam Berkemajuan” yang dikembangkan Muhammadiyah merupakan suatu “pandangan keagamaan” yang digunakan sebagai pedoman warga persyarikatan untuk dapat menjalankan dakwah dengan kontak kekinian sebagai bingkai pemikiran Muhammadiyah dalam memasuki zaman yang kompleks. Dengan demikian, pemikiran atau penafsiran Islam harus selalu dikembangkan guna menghidupkan spirit pembaruan akan kemajuan peradaban umat Islam.

            Adalah SD Muhammadiyah Sokonandi merupakan salah satu sekolah yang  terhadap concern pembaharuan lewat inovasi program-program baik intra atau ekstra guna membentuk pribadi yang  smart, religious, and fun pada semua peserta didik. Pembaharuan untuk tahun ajaran 2023/2024 adalah diluncurkan program kelas unggulan, yaitu kelas internasional dan kelas tahfidz dimana ada tambahan kurikulum dibandingkan kurikulum kelas regular, untuk kelas internasional akan ada penguatan basic keilmuan untuk bahasa Inggris, integrasi technology lewat pembelajaran TIK dan ekstra coding. Kelas ini juga akan mencetak produk peserta didik yang memiliki wawasan global dengan adanya program Student Exchange ke sekolah yang sudah  ber-MoU dengan SD Muhammadiyah Sokonandi ,yaitu sekolah internasional di Malaysia dan Singapura, sedangkan untuk kelas tahfidz akan dirancang bagaimana para peserta didik bisa menguasai ilmu pengetahuan modern dan agama serta  mampu menghafal minimal 3 juz dengan metode Ummi, Adapun program baru juga yang terdekat akan dilakukan setealh sekolah melakuakn sosialisasi dengan perwakilan pengurus IKWAM yaitu Rolling Class, perolingan ini ditempatkan di kelas 3 sebagai kelas bawah untuk naik ke kelas atas. Tujuan perolingan ini adalah untuk penyegaran dan penciptaan iklim kelas yang lebih kondusif sehingga di kelas atas akan ada warna baru dalam berinteraksi sosial dan tujuan jangka panjanganya adalah sukses ASPD di kelas 6.

            Inovasi yang terbaru juga lewat karya guru-guru agama program plus yang menulis buu tahfidz yang mudah dan lebih gampang diaplikasikan dalam pembelajaran tahfidz dan tahsin al-Quran. program baru setelah metode kibar adalah qiraotul Quran, harapannya para peserta didik lebih mencintai al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam

            Pembaharuan lewat program ekstra untuk tahun ajaran 2023/2024 juga akan ditambahkan ekstra coding dan youtuber serta broadcasting sesui tuntutan era milenal sekarang ini. Kurikulum merdeka juga akan ditambahkan untuk kelas 2 dan 5 yang semula hanya kelas 1 dan 4 saja. Hal yang terpenting dari teralisasinya program-program ini adalah support sistem yang baik dari semua pihak  baik guru-guru di sekolah, para orang tua atau komite dan  masyarakat untuk membumikan risalah islam untuk menjadikan SD Muhammadiyah Sokonandi Bekemajuan (Madrasah Al-khadarah)

Oleh : Anis Rofiah, S.Th.I., S.Pd., M.S.I.

           


    Kirim Komentar